ARCHIVES
Links
Saturday, March 12, 2005
New Look
Okay, so here goes the new lay out of our blog guys. I'm sorry if there are some slacks, here and there, I've told you. I'm just a rookie myself.
It's a bit dark, but I'm looking for something that goes for everyone.
As always, please do comment.
It's a bit dark, but I'm looking for something that goes for everyone.
As always, please do comment.
Friday, March 04, 2005
Tuesdays With Morrie
Yang namanya pelajaran, gak cuma bisa didapat di ruang kelas aja. Apalagi yang namanya pelajaran tentang kehidupan.
Buat seorang Mitch Albom, pelajaran tentang kehidupan yang bakal dia ingat seumur hidup adalah pelajaran yang diberikan mantan professornya di college dulu.
Bermula waktu pertama kali ketemu di musim semi tahun 1976, kelas pertama Mitch Albom dengan professor bernama Morris Schwartz. Seperti juga kita yang punya dosen favorit, begitulah Morrie buat Mitch Albom. Selanjutnya, Mitch mendaftar ke SETIAP kelas yang diajar oleh Morrie.
Setelah selesai kuliah, life goes on buat Mitch maupun Morrie. Morrie tetap dengan rutinitasnya. Mitch mulai mencari2 jalan hidupnya. Meniti karir di berbagai tempat sampai akhirnya menjadi seorang kolumnis sport di Detroit. Disibukkan dengan ambisinya meniti karir dan lupa akan janjinya ketika lulus, untuk tetap in contact dengan Morrie, sang professor favorit.
Sampai suatu hari Morrie divonis menginap penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau yang dikenal dengan Lou Gehrig's disease (simply karna si Lou Gehrig terkena penyakit ini). Penyakit ini menyerang tubuh perlahan (biasanya dari bawah), orang yang terkena penyakit ini akan kehilangan kontrol tubuhnya. Kehilangan kekuatan otot2nya, sehingga meskipun akhirnya orang itu tetap hidup, dia tidak bisa menyokong tubuhnya. Hidup selamanya di atas tempat tidur, makan dan minum dengan bantuan selang, dan selamanya tergantung pada orang lain. Bagi Morrie, keadaan seperti itu tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Morrie, yang gak menyerah begitu aja ke keadaan diliput salah satu talk show. Disitulah Mitch mendengar lagi nama Morrie, kabarnya. Dan dari situlah pelajaran2 itu mulai lagi.
Dari satu kebetulan ke kebetulan yang lainnya, Mitch mulai mengunjungi Morrie di rumahnya (walaupun dia kudu terbang dari Detroit ke Boston hanya untuk itu) setiap hari Selasa. Setiap kunjungan itu selalu diisi dengan diskusi2.
Well guys. People always say we learn from past experiences. Dan menurut gw personally, kita bisa belajar bukan cuma dari pengalaman kita. Tapi juga pengalaman orang lain.
Just want to share you this good book. You should read it sometimes.
We came from the same class, same major. We share some of the professors, and maybe some of us had the same favourite professors. But do we share the same knowledge? The same experience? I bet we don't. So why don't we share??
A teacher affects eternity; he can never tell where his influence stops
-Henry Adams-
Buat seorang Mitch Albom, pelajaran tentang kehidupan yang bakal dia ingat seumur hidup adalah pelajaran yang diberikan mantan professornya di college dulu.
Bermula waktu pertama kali ketemu di musim semi tahun 1976, kelas pertama Mitch Albom dengan professor bernama Morris Schwartz. Seperti juga kita yang punya dosen favorit, begitulah Morrie buat Mitch Albom. Selanjutnya, Mitch mendaftar ke SETIAP kelas yang diajar oleh Morrie.
Setelah selesai kuliah, life goes on buat Mitch maupun Morrie. Morrie tetap dengan rutinitasnya. Mitch mulai mencari2 jalan hidupnya. Meniti karir di berbagai tempat sampai akhirnya menjadi seorang kolumnis sport di Detroit. Disibukkan dengan ambisinya meniti karir dan lupa akan janjinya ketika lulus, untuk tetap in contact dengan Morrie, sang professor favorit.
Sampai suatu hari Morrie divonis menginap penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau yang dikenal dengan Lou Gehrig's disease (simply karna si Lou Gehrig terkena penyakit ini). Penyakit ini menyerang tubuh perlahan (biasanya dari bawah), orang yang terkena penyakit ini akan kehilangan kontrol tubuhnya. Kehilangan kekuatan otot2nya, sehingga meskipun akhirnya orang itu tetap hidup, dia tidak bisa menyokong tubuhnya. Hidup selamanya di atas tempat tidur, makan dan minum dengan bantuan selang, dan selamanya tergantung pada orang lain. Bagi Morrie, keadaan seperti itu tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Morrie, yang gak menyerah begitu aja ke keadaan diliput salah satu talk show. Disitulah Mitch mendengar lagi nama Morrie, kabarnya. Dan dari situlah pelajaran2 itu mulai lagi.
Dari satu kebetulan ke kebetulan yang lainnya, Mitch mulai mengunjungi Morrie di rumahnya (walaupun dia kudu terbang dari Detroit ke Boston hanya untuk itu) setiap hari Selasa. Setiap kunjungan itu selalu diisi dengan diskusi2.
"The last class of my old professor's life took place once a week in his home, by a window in his study, when he could watch a small hibiscus plant shed it's pink flower. The class met on tuesdays. No books were required. The subject was the meaning of life. It was taught from experiences."
Taken from Tuesdays with Morrie, by Mitch Albom
Well guys. People always say we learn from past experiences. Dan menurut gw personally, kita bisa belajar bukan cuma dari pengalaman kita. Tapi juga pengalaman orang lain.
Just want to share you this good book. You should read it sometimes.
We came from the same class, same major. We share some of the professors, and maybe some of us had the same favourite professors. But do we share the same knowledge? The same experience? I bet we don't. So why don't we share??
A teacher affects eternity; he can never tell where his influence stops
-Henry Adams-